SpongeBob SquarePants Resmi Berhenti Tayang di GTV Setelah 20 Tahun

Written by

in

Dipublikasikan: Senin, 7 September 2026
Sumber: Diolah dari Radar Malang (JawaPos Grup) dan berbagai sumber

Kabar mengejutkan datang dari dunia pertelevisian Indonesia. Serial animasi legendaris SpongeBob SquarePants dilaporkan tidak lagi muncul dalam jadwal tayang GTV sejak awal September 2026.

SpongeBob SquarePants mulai tayang di Indonesia melalui stasiun Lativi pada 2004. Dua tahun berselang, hak siarnya berpindah ke Global TV yang kini dikenal sebagai GTV. Sejak saat itu, petualangan spons kuning asal Bikini Bottom ini jadi tontonan wajib bagi banyak generasi — total sekitar 20 tahun menemani pemirsa Indonesia.

Hilang dari Jadwal, Bukan Berarti Tamat

Meski begitu, hilangnya SpongeBob SquarePants dari jadwal bukan berarti serial ini resmi tamat. Nama SpongeBob SquarePants dilaporkan mulai hilang dari slot siang yang biasa tayang pukul 11.00–14.30 WIB pada 1 hingga 2 September 2026. Slot jam tersebut kini digantikan oleh program animasi lain seperti Pada Zaman Dahulu dan Kiko atau Entong.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari GTV, Nickelodeon, maupun Paramount soal berakhirnya kerja sama penayangan. Sejumlah dugaan menyebut penyebabnya adalah efisiensi jadwal atau berakhirnya lisensi. Namun, semua itu masih sebatas spekulasi warganet di media sosial.

Gelombang Nostalgia Warganet

Kabar ini langsung memicu gelombang nostalgia di berbagai platform. Banyak warganet yang tumbuh besar menonton SpongeBob SquarePants sepulang sekolah merasa kehilangan. Beberapa bahkan menuntut kejelasan lewat kolom komentar akun resmi GTV.

Masih Bisa Ditonton di Platform Lain

Bagi penggemar yang rindu Bikini Bottom, jangan khawatir dulu. SpongeBob SquarePants masih bisa disaksikan lewat platform streaming resmi seperti Netflix, Vidio, Vision+, hingga kanal YouTube resmi Nickelodeon. Jadi, meski absen di layar GTV, petualangan Patrick, Squidward, dan Mr. Krabs tetap bisa dinikmati kapan saja.

Sumber: Diolah dari Radar Malang (JawaPos Grup), Rakyat Cirebon, dan berbagai laporan media sosial.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *